Postingan

Menampilkan postingan dengan label cak nun

Kontruksi Kebenaran

Kontruksi Kebenaran Musuh terbesar setiap manusia adalah dirinya sendiri. Yang sering tidak kita sadari adalah bahwa kita adalah benar terhadap sesuatu hal, kita punya asumsi bahwa ini benar sehingga kita punya kesimpulan terhadap sesuatu. Kita juga lupa bahwa asumsi itu mungkin kadang-kadang juga belum terlalu benar. Lantas benar itu sebenarnya gimana sih? Kalau kita mau ngomong benar salah, benar itu   seperti apa? Kontruksi kebenaran itu seperti apa? Saya ingin mengajak sedikit berimajinasi, ngomong soal kebenaran, kalau ada sebuah bunga dikelilingi oleh sepuluh orang yang menggambar bunga itu, gambarnya ada yang sama atau tidak?. Tidak ada yang sama ya.   Terus yang benar yang mana?   Semua benar.   Betul yaa. Jadi dari sudut pandang yang berbeda, kebenaran itu bisa bermacam-macam bentuknya. OK.  Kalau dari satu sudut pandang saja, ada sebuah kamera memoto, kameranya pakai NOKIA 3310 sama pakai kamera yang lebih canggih, lebih canggih dan l...

Penjara Dalam Pikiran

Gambar
Perang didalam kehidupan, menurut saya yang perlu diperangi adalah ketidaktahuan bahwa dirimu masih dalam penjara. Maksudnya berada dalam penjara apa? Gitu kan? Itu yang paling susah. Kalau kamu tidak tahu penjaranya, mana mungkin bisa keluar dari penjara?. Penjaranya adalah ukuran-ukuran didalam pikiranmu yang bukan berasal dari dirimu sendiri. Marah tidak diejek mronggos? Marah ya misalnya, kenapa kok marah? Karena diejek? Karena orang jahat? Atau karena gimana?   Yaa karena diejek. Lha itu, itu penjara dalam pikiran yang saya maksud tadi. Kamu marah, bukan karena diejek, tapi karena kamu percaya bahwa mronggos itu jelek, tidak mronggos itu baik. Kalau kamu tidak percaya itu, mronggos atau tidak mronggos sama saja ciptaan Allah tidak ada bedanya. Kalau dalam dirinya percaya seperti itu, diejek mronggos, pesek, hitam atau yang lainnya tidak masalah. Itu ciptaan Allah.    Jadi yang membuat anda marah atau tidak marah itu ada didalam diri anda sendiri. J...

Wirid Mohon Ampun

Tuhan kekasih, Sungguh tidak ada kepantasan sedikitpun padaku untuk Engkau gabungkan bersama ahli-ahli surga-Mu Namun, sungguh aku tidak akan kuat untuk Engkau campakkan ke dalam dahsyatnya api nerakaMu Maka tumbuhkanlah kesadaran untuk bertaubat kemudian ampunilah dosa-dosaku Karena hanya Engkau Maha pengampun segala dosa yang besar Dosaku bertumpuk seperti hamparan pasir dipantai Anugerahilah aku tobat wahai Yang Maha Perkasa Umurku berkurang setiap hari, setiap malam Sedang dosaku bertumpuk-tumpuk semakin bertambah sampai aku tidak tahu lagi bagaimana untuk membersihkannya Kekasih, HambaMu yang penuh maksiat ini datang mengetuk pintu rumahMu bersimpuh, bersujud mengakui segala dosa dengan hati yang memanggil-manggil ampunanMu Kekasih, Apabila Engkau ampuni,   maka memang hanya Engkaulah Yang Maha Pengampun Tapi kalau Engkau usir aku Tapi kalau Engkau tolak aku dan Kau camp...

Doa Sehelai Daun Kering

Gambar
( Sebuah puisi karya Emha Ainun Nadjib)  Janganku suaraku, ya ‘Aziz Sedangkan firmanMupun diabaikan Jangankan ucapanku, ya Qawiy Sedangkan ayatMupun disepelekan Jangankan cintaku, ya Dzul Quwwah Sedangkan kasih sayangMupun dibuang Jangankan sapaanku, ya Matin Sedangkan solusi tawaranMupun diremehkan Betapa naifnya harapanku untuk diterima oleh mereka Sedangkan jasa penciptaanMupun dihapus Betapa lucunya dambaanku untuk didengarkan oleh mereka Sedangkan kitabMu diingkari oleh seribu peradaban Betapa tidak wajar aku merasa berhak untuk mereka hormati Sedangkan rahman rahimMu diingat hanya sangat sesekali Betapa tak masuk akal keinginanku untuk tak mereka sakiti Sedangkan kekasihMu Muhammad dilempar batu Sedangkan IbrahimMu dibakar Sedangkan YunusMu dicampakkan ke laut Sedangkan NuhMu dibiarkan kesepian Akan tetapi wahai Qadir Muqtadir Wahai Jabbar Mutakabbir Engkau Maha Agung dan aku kerdil Engkau Maha Dahsyat dan aku picisan Engkau Maha Kuat dan aku lema...